Jumat, 22 April 2011

Akhirnya...

Sepertinya sudah 2 minggu lebih saya tidak update blog ini. Beberapa hari kemarin saya memang benar2-benar vakum dalam kegiatan2 berbau online.

Pada awalnya, saya cuma mau hiatus selama satu minggu saja karena memang sedang dalam masa ujian tengah semester, meskipun cuma 4 makul tapi hampir menyangkut semua materi yang diajarkan selama hampir 3 tahun saya kuliah. Akan tetapi, setelah selesai ujian saya memutuskan untuk balik kampung dulu selama beberapa hari. Karena di rumah tidak ada internet (dan saya males klo harus berkunjung ke warnet) akhirnya saya terpaksa tidak online dulu untuk beberapa waktu sampai balik ke kosan.

Eittss,, Pengennya sih nyampe kosan langsung online, tapi tak disangka dan dinyana-nyana modem di kosan saya terkena petir. Haduh,, akhirnya kami sekosan memutuskan untuk beli modem baru. Setelah kami mendapatkan modem baru, ternyata setelah dicoba beberapa sambungan lan kami ada yg terputus, ternyata beberapa port di router jg mati, akhirnya kami pun harus membeli router baru lagi.

Akhirnya... Tarrraaa,,, loh kok belum nyala internetnya?
Ternyata port di komputer saya jg rusak,, ya sudah sementara saya online pake notebook aja yg kebetulan saya bawa ke kosan.

--

Sebenernya saya pengen cerita tentang perjalanan pulang saya kemarin, perjalanan dengan kereta kelas ekonomi yang selanjutnya akan saya sebut "eko". Tapi sepertinya nanti saja saya ceritakan. Saya pengen merangkumnya saja dengan cerita perjalanan saya dengan eko yang lainnya. Entah kenapa, setelah beberapa kali bolak-balik melakukan perjalanan dengan eko selalu saja ada hal menarik dan unik yang bisa diceritakan.

Oh ya, saya juga pengen membagi (baca: menyombongkan) sesuatu pada kalian yang saya dapat beberapa hari kemarin. Saat di Solo kemarin tiba-tiba saya mendapat sms mengejutkan yang sempat menggemparkan pikiran saya. Bukan sms dari bapak yang sedang di kantor polisi minjem hp tukang becak buat minta pulsa sama anaknya yang juga gak punya pulsa bahkan gak punya duit pula buat beli pulsa sendiri, melainkan sms resmi dari panitia lomba blog pajak tax paradise.

Isi dari sms itu intinya adalah memberitahukan bahwa blog saya yang ini sudah memenangkan lomba blog pajak yang diadain oleh tax paradise sebagai juara pertama dengan hadiah sebuah hardisk external 32o G. Lumayanlah bagi pemula seperti saya, akhirnya... saya bisa memenangkan sesuatu dari menulis blog. Bisa memenangkan perlombaan seperti ini tentu membuat bangga, bukan karena hadiahnya tapi sensasi dari kemenangan itu sendiri, karena itu berarti karya kita telah dihargai orang lain.

Sekedar informasi, klo blog saya tadi sebenarnya sudah lama dibuat, tapi baru akhir2 ini saya update. Mungkin untuk ke depannya akan lebih saya rawat. Silahkan juga berkunjung dan bertanya apa saja masalah pajak pada blog Belasting saya.

Fizer0

Selasa, 05 April 2011

Jalan-jalan lagi ke Kantor Pusat

Hari ini atau biasa saya sebut awal pekan ini (karena kuliah saya cuma selasa sampai kamis.. ) seperti biasa kami harus mengikuti mata kuliah Sistem Informasi DJP senilai 2 x 3 sks. Bedanya kali ini kami tidak kuliah di kampus, tetapi berkunjung ke kantor pusat DJP untuk benar-benar mempraktekkan cara mengakses sistem-sistem perpajakan.

Dimulai dengan jarkom untuk kumpul yang teramat pagi (6.15) yang tentunya tidak bisa dipenuhi semua anak. Maklum kebiasaan ngaret memang paling susah dihilangkan (termasuk saya yang baru tidur jam 2 pagi), mungkin perlu dibuat juga Waktu Bagian baru untuk orang-orang Indonesia, Waktu Indonesia Ngaret. Sekitar jam 7 kami baru berangkat, itu pun harus ninggal satu orang karena susah dihubungi.

Seperti biasanya juga, saya tidak akan terkejut kalau perjalanan mengarungi jalanan Jakarta ini akan terasa sangat lama. Meski begitu, tetep saja perasaan jengkel itu bergejolak dalam hati ini, cuma karena saya orang yang sabar, kran emosi itu saya matikan tepat sebelum meluap.


image: http://infokorupsi.com


Sampai disana sudah hampir pukul 9 atau mungkin lebih (tergantung waktu bagian mana yang Anda pakai), kami pun bergegas menuju lantai 3 gedung B KPDJP. Kebetulan yang berangkat pagi ini ada dua kelas dengan dosen yang berbeda. Akan tetapi, karena ruang yang harusnya dipakai oleh kelas sebelah tiba-tiba dipakai rapat oleh direktur, akhirnya kami terpaksa mengalah untuk digabung kelasnya.

Sebenernya sih saya seneng-seneng aja, karena jadi ada pemandangan lain di kelas.. hhe... Akan tetapi, masalah baru muncul ketika kami harus connect ke wireless. Karena penggunanya juga banyak tentu juga menjadi semakin lemot. Akhirnya diputuskan untuk dibagi saja hanya beberapa orang yang mengakses sedangkan yang lain cukup memperhatikan saja (atau tidak juga).

Meski sedikit terasa membosankan pada saat kuliah (karena keterbatasan akses) tetapi menyenangkan juga memiliki pengalaman baru berkunjung ke Kantor Pusat. Barangkali nanti dapet penempatan disini..(*ngarep), meskipun sebenarnya saya lebih suka penempatan di daerah saja asal tidak terlalu jauh dan tidak juga terlalu pelosok (IP pas-pasan aja banyak mintanya!). Doakan saja saya dapat penempatan yang baik setelah lulus nanti...

Akhirnya kami pulang dengan dijemput oleh kendaraan canggih yang bernama metromini sekitar pukul 1 siang. Seperti perjalanan berangkat tadi, kami harus melewati berbagai rintangan terjal dan menghantam arus mobil-mobil yang seenak jidatnya parkir di tengah jalan raya.

Sayangnya kali ini saya tidak membawa kamera, sehingga tidak bisa memberikan jepretan-jepretan professional saya. Kami sampai di kampus jam 2 lebih, pengennya sih pulang langsung bobo, tapi malah dipanggil buat ngerjain tugas kelompok. Tak apalah sekalian capek, akhirnya selesai juga setelah asar. Langsung saja saya pulang, tapi bukannya tidur malah buat postingan ini.. sekalian aja nanti malam tidurnya.
Fizer0

Senin, 04 April 2011

Dapet Award...

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada teman-teman sesama blogger yang ternyata masih menyimak blog ini. Kali ini saya akan membagi dua award yang saya dapatkan minggu ini. Oh ya, sebelumnya saya minta maaf juga karena baru sempet meng-update blog ini. Soalnya kemarin ada masalah kecil di kampus yang menyangkut satu angkatan,, tapi udah selesai, mungkin untuk yang kali ini tidak akan saya share dulu karena alasan tertentu.

Kembali ke masalah award...

Yang pertama, (sebenernya sih lebih tepat disebut ikatan silaturahim.)
Sebenernya sih ini udah agak lama, sekitar 5 hari yang lalu, tapi sekarang baru sempat memboyong kesini. Inilah tali ikatan silaturahim dari Djangan Pakies yang ceritanya mau hiatus sebentar, tapi saya juga tidak tahu sampai kapan.

silaturrahim Pakies


Terima kasih buat Djangan Pakies, semoga tali silaturahim ini tidak pernah putus.


Yang kedua,
Kalo yang ini baru saya dapatkan pagi tadi dari shoutbox saya. Saya sudah merasa senang kalo ada yang sempet menitipkan sebris kata di shoutbox atau kotak comment saya. Akan tetapi, kali ini saya merasa sangat senang ketika mendapat pesan dari mas dchuex. Saya membuka link yang ditipkan oleh saudara dchuex dan mendapati kalau saya dapat award darinya.

Ini adalah Award SetetesEmbun yang bermakna setetes komentar dari para sahabat blogger untuk memberi suatu motivasi kemajuan blog.



Awar ini juga akan saya anugerahkan kepada beberapa sahabat lainnya yang telah memberikan nafas buat blog ini dengan follow dan comment-commentnya. Sekali lagi terimakasih kepada dchuex dan para sahabat blogger yang setia menyimak blog ini:

Award ini akan saya berikan kepada:
1. Mbak Reni
2. Tukang Colong
3. Cakruk
4. joe
5. Aina
6. Adi Chimenk
7. daris firzan
8. mila
9. teras info
10. masbro


Thanks buat semuanya, silahkan bagi yang mau melanjutkan.. (klo gak juga gak papa..).
Maaf klo malah ada yang jadi merasa terbebani setelah menerima award ini...


-----


"KETENTUAN AWARD DARI Q Ingin Bisa"


  • - Bagi para sahabat yang menerima Award berkewajiban memberikan ucapan Terima Kasih karena ucapan terima kasih adalah ucapan yang sangat mulia dan lebih berharga dari pada hadiah emas.


  • - Bagi para sahabat juga berkewajiban untuk Follow dan memasang Link/Banner blog Sobat yang memberikan Award.


  • - Sobat yang menerima berkewajiban memberikan Award ini kepada Para Sahabat yang selalu memberikan setetes komentarnya.


  • - Award ini tak ada batasnya siapa yang harus menerima karena di setiap blog tak sama jumlah yang selalu hadir dan memberiakan setetes komentar.


  • - Bagi para sahabat berkewajiban memberikan komentar di bawah ini sebelum mengambil Award.



Senin, 28 Maret 2011

My Writings My Thoughts


Judul di atas memang sama dengan judul yang ada halaman depan blog ini. Judul yang sudah melekat pada template blog saya sekian lama. Dulunya sih, tidak saya utak-atik karena saya emang belum bisa ngutak-atik template,, hhe.. Sekarang, setelah agak mudeng, sayang rasanya untuk membuangnya. Special Thanks untuk penyedia template yg saya sudah lupa ambil darimana...

Sekarang tulisan tersebut malah menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis. Ya, tulisanku adalah apa yang ada di benakku bukan hasil jiplakan pemikiran orang lain. Saya rasa itulah maksud yang dapat saya tangkap dari si pembuat template ini. Tak peduli bagaimana tanggapan orang tentang pemikiranku, aku adalah diriku sendiri. Kalau Anda sering membaca tulisanku pasti Anda tahu kalau itu adalah tulisanku.

Salah satu ciri khas dari tulisanku tercermin dari quote yang berjalan di atas postinganku. Petikan yang diambil dari salah satu orang paling pintar dunia, Albert Einstein. Petikan ini mengajak kita untuk berpikir dan berpendapat bukan hanya mendengar dari orang lain atau sekedar membaca. Otak kita sebenarnya punya jawaban dari semua pertanyaan yang ada di dunia, hanya saja kita belum menembusnya, kita tinggal menunggu sebuah kejadian untuk membuat dinding logika kita roboh.

Jika Anda sering membaca tulisanku, terutama yang berlabel opini, saya tidak pernah mengambil kesimpulan yang jelas atas pendapatku sendiri melainkan mengakomodasi seluruh pendapat yang ada dilihat dari banyak sisi. Mungkin orang akan bingung akan maksud dari tulisanku dan bisa menafsirkan banyak hal. Inti sebenarnya dari tulisanku adalah membuat bingung pembacanya... Ya, itulah opini saya, saya memang tidak pernah melihat sesuatu hanya dari satu sisi. Nilai positifnya adalah saya akan bisa melihat banyak hal, negatifnya tentu saya tidak pernah bisa mengambil kesimpulan/ keputusan.

Jika Anda tidak siap jangan pernah berpikir seperti saya, karena orang yang berpikir seperti saya tidak akan pernah bisa jadi pemimpin. Karena menurut saya tidak ada keputusan yang benar-benar baik atau sama sekali salah, saya tidak mudah mengambil keputusan dan cenderung plin-plan. Seorang pemimpin harusnya siap mengambil keputusan entah akan dianggap salah atau benar oleh orang lain.

Namun, jika Anda ingin berpikir seperti saya jangan melihat semuanya dari hitam atau putih, tapi lihatlah sebagai abu-abu... (seperti dalam postingan saya Black or White.. hhe...)

Saya rasa cukup sekian postingan saya kali ini, semoga Anda semakin setia membaca tulisan saya..Photobucket

Oh iya, saya kelupaan, dalam postingan ini saya juga akan memperkenalkan tanda tangan terbaru dari saya... hhe.. (sekali-kali narsis)

Fizer0

Sabtu, 19 Maret 2011

Antasari: Keadilan Bukanlah Sebatas Formal




Untuk kali kedua Kick Andy mengangkat topik Antasari Azhar. Jika yang pertama tentang kiprahnya saat menjabat Ketua Komisi Pemperantasan Korupsi dalam memberantas “tikus-tikus” yang menggerogoti keuangan negara, kali ini kami akan mewancarai mantan Ketua KPK ini di dalam Lembaga Pemasyarakatan kelas I, Tangerang, Banten. - K!ck Andy


Menarik memang mendengar wawancara dari orang-orang yang ada di acara ini. Tentunya sangat menarik pula mendengar kisah dari orang yang sempat menjadi "pahlawan" yang kini diasingkan di negeri ini. Untuk itu, saya ingin sedikit membahas mengenai sosok yang banyak menjadi perhatian beberapa waktu yang lalu.

Bagaimanapun kita harus mengakui bahwa Antasari memang salah satu orang paling berjasa di Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Sudah banyak kasus yang pernah ditanganinya yang sempat membuat geram beberapa petinggi negeri ini. Bahkan, para penguasa kita pun sempat merasa khawatir sehingga ingin membatasi jangkauan tangan KPK.

Tak heran memang kalau banyak yang membenci sosok ini dan tentu saja berusaha menyingkirkannya. Terlepas dari benar tidaknya tuduhan yang menimpanya, kita bisa menyimpulkan bahwa benar Antasari telah dijebak. Entah dijebak dengan sebuah pemfitnahan atas namanya ataukah dijebak untuk melakukan apa yang telah dituduhkan. Yang bisa berarti Antasari memang bersalah ataukah hanya dipersalahkan. Yang jelas ia telah dijebak atau mungkin terjebak.

“Saya tidak merasa didzalimi, tetapi saya sudah didzalimi!” -Antasari Azhar


Mungkin yang perlu ditanyakan bukanlah benar tidaknya tuduhan itu, tetapi kenapa sepertinya semua tuduhan dipaksakan mengarah kepadanya. Kita sendiri tahu, beliau memang terlalu banyak membuat "dosa" dengan menjebloskan beberapa tahanan kelas kakap. Misalnya, Jaksa Urip Tri Gunawan yang ditangkap petugas KPK ketika sedang menerima suap yang konon membuat Jaksa Agung kala itu Hendarman Soepandji marah besar kepada Antasari Azhar karena dinilai tidak solider kepada korp kejaksaan. Belum lagi, “ulahnya” yang menjadikan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan yang notabene besan presiden SBY itu sebagai tersangka dan harus masuk penjara. Serta ulah KPK dalam penyadapan pejabat tinggi Kepolisian yang menyebabkan adanya aturan baru tentang upah pungut.

Semua "dosa" itu sudah cukup untuk menempatkannya di level terendah. Mendekamnya Antasari ke dalam sel itu memang merupakan suatu keharusan akibat “dosa-dosa” Antasari Azhar yang mengakibatkan “orang kuat” di negeri ini tidak suka. Akan tetapi, itulah kenyataannya para penguasa kita tidak mau lagi diusik ketentramannya dan pasti akan menghalalkan banyak cara untuk mempertahankan ketentramannya itu.

Proses keadilan memang perlu dibenahi dari belakang. Setidaknya itulah salah satu "penyesalannya" kini. Banyak orang yang harusnya berada dalam bui tetapi masih berkeliaran, begitu sebaliknya orang yang seharusnya di luar malah tertahan di dalam.

Kita memang tidak bisa mengharapkan keadilan formal, karena keadilan formal itu sangat semu. Keadilan yang sesungguhnya adalah pertanggungjawaban kita terhadap Tuhan dan manusia lainnya, dalam hal ini masyarakat. Saya rasa bukanlah pengadilan yang mampu menilai keadilan tetapi Tuhan dan kita sendiri.

Saat ini beliau sedang mempersiapkan Memori PK-nya, kita tunggu saja pengajuannya. Kalau gagal, sepertinya beliau harus mulai menata lagi hatinya untuk bertahan dalam ruang kecil berjeruji.

"Saya belum berpikir masalah grasi, karena sama saja saya mengakui perbuatan terlebih dahulu lalu meminta pengampunan" ujar Antasari.


reference: http://kickandy.com/theshow/1/1/2048/read/ANTASARI-BICARA-DARI-BALIK-PENJARA

 

Selamat Datang

Selamat datang di dunia saya, tinggalkanlah jejak dengan memberi komen.. Selengkapnya tentang saya

Sehelai Kertas..

Jangan berharap terlalu banyak dari secarik visualisasi dari sebuah memori di bawah ini. Ini hanyalah sebuah tulisan seadanya dari sebuah pemikiran yang sederhana. Ini hanyalah sebuah relaksasi dari kehidupan sewajarnya. Ini hanyalah sebuah cerita dari dunia yang tak jauh berbeda.

Navigasi

Social Stuff

Info Top