Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Berkarya demi Bangsa


image: http://www.cintaohcinta.net


Berinovasi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja butuh keberanian yang lebih untuk mampu atau lebih tepatnya mau mengungkapkannya. Sebenarnya setiap orang bisa saja menciptakan hal-hal unik yang selanjutnya bisa disebut dengan inovasi, hanya saja tidak banyak orang yang mau mengakuinya. Bukan orang lain, tapi diri kita sendirilah yang menolak mengungkapkan inovasi-inovasi itu.

Terkadang orang terlalu takut dianggap gila atau aneh jika mengungkapkan ide-ide uniknya. Oleh karena itu, kebanyakan orang hanya memendam ide gilanya karena merasa malu untuk mengungkapkan. Padahal, menurut saya ide-ide gila itulah yang menjadi awal dari sebuah inovasi.

Saya yakin setiap orang pasti memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi. Jika saja kita berani mengungkapkannya sudah pasti bangsa kita akan mampu mencapai tingkat kemandirian yang tinggi. Inovasi karya anak-anak bangsa inilah yang nantinya akan mampu mengubah masa depan bangsa ini serta mewujudkan Kemandirian Nasional.

Every human has four endowments- self awareness, conscience, independent will and creative imagination. These give us the ultimate human freedom... The power to choose, to respond, to change. Stephen Covey


Setiap manusia pasti memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, unik dan inovatif. Kemampuan itulah yang nantinya akan membawa perubahan terhadap diri kita serta orang lain dan tentunya bangsa ini. Sudah saatnya bangsa ini melakukan semuanya sendiri, tidak hanya tergantung dari bangsa asing terus menerus.

Kemampuan kita tidaklah jauh berbeda dengan kemampuan bangsa-bangsa asing. Produk-produk buatan kita juga tidak kalah hebat dari produk buatan luar negeri. Bahkan kita semua pasti mengakui bahwa negara kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang sampai saat ini belum 'berani' untuk kita kelola sendiri.

Banyak hal menakjubkan yang bisa diciptakan oleh bangsa ini. Hanya saja terkadang kita malu mengakui kehebatan produk-produk buatan bangsa sendiri. Sungguh ironis, sepertinya dengungan untuk mencintai produk dalam negeri hanyalah menjadi bisikan semu yang terdengar samar-samar di telinga kita.

Saya rasa, saya perlu mencoba untuk memberikan sedikit gambaran tentang inovasi-inovasi bangsa ini. Ini adalah beberapa contoh inovasi karya anak bangsa yang patut kita banggakan.

Spoiler for Inovasi1:
Radio Kayu Magno

Radio Kayu ini dibuat oleh Singgih S Kartono yang menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dengan konsep itulah, pembuat radio kayu di Kandangan, desa kecil di Temanggung, Jawa Tengah, ini mendapat pesanan 10.000 unit radio kayu senilai Rp 4,9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat.
http://magno-design.com/


Spoiler for Inovasi2:
Batik Fraktal

jBatik merupakan perangkat lunak yang khusus dirancang oleh Muhamad Lukman, Nancy Margried dan Yun Hariadi untuk mendesain Batik Fraktal. Batik fraktal adalah motif batik tradisional yang ditulis ulang secara matematis.

Karya anak bangsa ini telah mendapat pengakuan Internasional setelah memperoleh beberapa penghargaan bergengsi, yaitu UNESCO Award of Excellence for Handicrafts in South-East Asia 2008 dan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008 pada kategori Tourism and Hospitality.

Karya: Pixel People Project
http://www.pxlpplproject.com


Spoiler for Inovasi3:
Meraih Mimpi

Meraih Mimpi adalah film animasi 3D garapan animator Indonesia yang bernaung di bawah Infinite Frameworks Studios yang berkantor di Batam. Film ini merupakan adaptasi dari buku berjudul Sing to The Dawn karya Minfung Ho, penulis Singapura yang tinggal di New York, Amerika Serikat. Infinite Frameworks Studios membuat film animasi ini atas permintaan pemerintah Singapura. Film ini digarap oleh 150 animator yang hampir semuanya orang Indonesia dan hanya 5 orang asing. Pengerjaan dilakukan sepenuhnya di Batam selama tiga tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS.

Karya: Infinite Frameworks Studios & Kaylana Shira Film
http://www.meraihmimpi.com


Spoiler for Inovasi4:
Koprol

Koprol merupakan jejaring sosial berdasarkan lokasi yang ditujukan untuk kota-kota di Indonesia. Koprol memberitahu lokasi sesama pengguna Koprol serta menghubungkan sesama penggunanya yang berada ditempat yang sama. Jejaring sosial ini menggunakan metode berbasis lokasi. Di sini ponsel pengguna dapat bersifat seperti GPS (Global Positioning System) tanpa aplikasi GPS dari ponsel itu sendiri. Koprol menyediakan sejumlah pilihan tempat dimana penggunanya bisa check-in di lokasi tersebut. Setelah masuk log, di sini pengguna bisa melihat siapa saja anggota lain yang sedang berada di lokasi yang sama.

Karya: SkyEight
http://koprol.com


Inovasi-inovasi di atas tentunya tidak terlepas dari keberanian untuk membuka diri, hati, dan pikiran untuk berimajinasi dan menemukan karya-karya ajaib yang mampu membuat kagum banyak orang. Sebenarnya masih banyak karya anak bangsa yang dapat kita banggakan, tentunya tidak bisa saya sebutkan satu persatu semuanya.

Yang jelas, yang ingin saya tekankan disini adalah sebenarnya kita mampu menyaingi negara-negara besar lain jika saja kita mau menghargai karya-karya bangsa sendiri. Selain itu, kita juga harus berani menampilkan diri kita untuk berkarya demi bangsa ini. Tujuan ini pulalah yang coba diusung oleh Compfest 2011 untuk memajukan bangsa ini dengan karya-karya inovatif dari anak bangsa demi terciptanya Kemandirian Nasional.

Blogging Competition Compfest 2011

Computer Festival 2011 merupakan One Stop IT event karya mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang diadakan pada tanggal 14-16 Juni 2011 di SMESCO Indonesia. Dengan diadakannya acara ini diharapkan mampu merangsang kreativitas anak bangsa dalam menghasilkan karya inovatif baik dalam bidang IT maupun yang lainnya. Mari kita ikut berpartisipasi meningkatkan inovasi anak bangsa menuju pengakuan internasional!

reference:
- http://anakbangsa.web.id/
- http://cetak.kompas.com/
- http://wikipedia.org/


Fizer0

Minggu, 08 Mei 2011

3 Mantra Ajaib

Beberapa hari kemarin di kampus saya diadakan turnamen futsal yang diikuti khusus oleh semua kelas tingkat 3 pajak. Tujuannya adalah untuk mempererat kekeluargaan sesama tingkat 3 khususnya spes pajak yang terdiri dari 13 kelas yang selalu kompak.

Namun, tak seperti yang diharapkan di lapangan keadaan pun mulai memanas, seperti yang diduga terjadilah gol.. ehh bukan, maksud saya hampir terjadi jitak-jitakan antar pemain. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi mengingat ini hanya turnamen untuk mempererat angkatan. Namun, setelah diselidiki kesalahpahaman ini bermula dari pemain yang "lupa" mengucapkan satu kata. Mmhh,, kata apa ya?!



Terkadang sebuah perselisihan ditimbulkan oleh kesalahpahaman kecil yang ditimbulkan dari perkataan atau perbuatan kita. Akan tetapi, sebenarnya itu sangat mudah dihindari kalau Anda tahu triknya. Kali ini saya akan memberikan tiga mantra jitu yang akan membuat hati ini damai, sedamai mentari yang bersinar di esok hari.. (lebay...)

Sebenarnya ide ini muncul dari salah seorang dosen bahasa inggris saya (Mr. Karim Murtadho) yang sempat memberikan kami bekal 3 buah kata yang sangat penting untuk dimiliki. Karena beliau seorang dosen bahasa Inggris beliau menyebutnya "Three Magic Words". Yup, langsung saja saya mulai, silahkan disimak sambil minum kopi,, maksud saya direnungi.

(Oh ya, karena dulu dosen saya ngajarnya pake bhs inggris, saya tulis katanya jg pake bhs inggris, bukannya saya sok inggris. Tenang aja penjelasannya pake bhs Indonesia yang baik dan (belum tentu) benar kok!)

Mantra Pertama:

image: blogspot.com


Dengan menggunakan kata ini kita bisa membuat sebuah kalimat yang nyaman untuk didengar. Kata ini digunakan untuk memperhalus kalimat perintah atau suruhan. Sebuah kata sederhana yang akan membedakan arti dari kalimat panjang yang Anda rangkai.
contoh sederhana (English version)
1 Close the door!
2 Close the door, please!

1 Stand up!
2 Stand up, please!

Jika Anda disuruh untuk menutup pintu lebih senang dengan ucapan pertama atau kedua? Bagaimana juga jika Anda dipersilahkan berdiri? Saya yakin Anda pasti memilih yang kedua.
Trus, gimana klo kayak gini 'Close the f**in' door, please!' atau 'Hey b**ch stand up, please!' ? (Tanya aja mak lu...!)

Kalo dalam versi bahasa kita, mungkin bisa digunakan kata 'tolong' atau 'silahkan'
contoh lagi (versi Indonesia)
- Tolong buatkan saya kopi!
- Silahkan duduk!

Tapi jangan geenee juga kali:
-Tolong buatkan saya kopi, sirup, puding, kue, bakso, pecel lele sama empang-empangnya sekalian!
- Silahkan duduk... tapi jangan deket-deket saya soalnya ente bau pesing!

Daripada tambah kacau mending langsung ke Mantra yang kedua aja dah...

Mantra Kedua:

image: blog.tmcnet.com


Masih berhubungan erat dengan mantra yang pertama. Kata yang sering dilupakan orang, entah benar-benar lupa atau lupa-lupa benar. Yang jelas banyak orang yang menganggap sepele arti kata ini. (Bagi yang belum tahu thanks = terima kasih - red)

Kalo kata yang tadi diucapkan olah yang menawarkan bantuan, sebaliknya kata ini diucapkan oleh yang menerima bantuan. Jika kita mendapat bantuan dari orang lain ucapkanlah terima kasih. Sungguh akan sangat berbeda rasanya bagi yang menolong kita walau hanya sekedar ucapan terima kasih.

Mungkin sebagian orang akan mengelak kalau diberikan ucapan terima kasih dengan berkata "ahh, biasa aja gak perlu berterima kasih seperti itu". Namun, saya yakin dalam hati pasti orang itu merasa senang mendapatkan ucapan terima kasih.

Saya yakin sebagian dari kita akan merasa sangat tidak dihargai ketika telah menolong orang tetapi tidak mendapatkan apa pun. Namun, ketika diberikan ucapan terima kasih hati kita akan merasa agak lega (meskipun sebenarnya masih berharap dapat cek atau makan siang di hanamasa).

Oh ya.. satu hal lagi, terkadang mengucapkan terima kasih juga membuat kita (agak) lega ketika ada orang yang menyusahkan kita, meski dalam artian sindiran. Misal, "Terima kasih telah menghancurkan hidup saya menjadi berantakan dan berkeping-keping". (kayak di sinetron2 aja)

Saran saya, ucapkanlah terima kasih bila Anda tidak mampu membayar dengan yang lain. Jadi, kalau suatu saat Anda sedang makan di restoran dan gak punya uang untuk membayar ucapkanlah terima kasih...


Mantra Ketiga:

image: flickr.com


Melanjutkan cerita saya di awal tadi, inilah kata yang "lupa" diucapkan sehingga menyulut terjadinya perselisihan. Sebenarnya takkan jadi masalah jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran di lapangan, itu hal biasa dalam futsal. Yang jadi masalah adalah ketika ybs tidak mau atau tidak menunjukkan adanya kemauan untuk meminta maaf sedikit pun.

Padahal ini adalah kata yang sangat sederhana dan dapat dipahami oleh siapa pun di dunia ini, sorry atau maaf. Jika saja semua orang "ingat" untuk mengatakan kata ini setiap melakukan kesalahan pasti tidak akan ada perselisihan. Asal jangan memanfaatkannya untuk sengaja berbuat salah saja dan melakukannya berulang-ulang.. kalo kayak gitu mah sama aja...

Yang sulit sebenarnya bukanlah bagaimana mengatakannya, yang sulit adalah bagaimana kita mengakui kalau kita salah. Yang lebih sulit lagi adalah bila kita harus mengalah mengakui salah meski sebenarnya kita tidak bersalah hanya saja situasinya membuat kita nampak salah. Asal itu bisa menghindari perselisihan lebih baik kita lakukan.

Akan tetapi, kita juga harus tahu cara untuk meminta maaf, antara lain:
1. Jangan meminta maaf dengan memalingkan muka, apalagi dengan balik badan.
2. Jangan pula meminta maaf di saat emosi sedang memuncak, apalagi pas lagi bawa golok, tunggu sampai emosinya sedikit mereda.
3. Jika kesalahan Anda cukup besar, meminta maaflah dengan sungguh-sungguh tapi gak perlu didramatisir dengan tetes mata segala apalagi sampai ngundang termehek-mehek.
4. Klo kesalahan Anda tidak terlalu besar dibuat sedikit bercandaan juga gak papa asal jangan kelewatan aja. misal, "Sori bolanya kena muka kamu, soalnya muka kamu mirip mistar gawang sih.."
5. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan kita yang lama, apalagi kesalahan orang yang kita mintai maaf. misal, "Maaf kemarin hape kamu kebawa pulang di kantonganku.. oh ya, dulu dompet, kunci mobil, ama laptop kamu juga sempet kebawa di kantonganku lho...!" (What!?)


Karena sudah semaikn ngaco, lebih baik saya sudahi tulisan panjang saya kali ini... Oh ya, satu lagi (masih belum puas aja), satu hal yang lebih bijaksana dari meminta maaf adalah memaafkan, apalagi memaafkan sebelum dimintai maaf. Oleh karena itu, saya tidak perlu minta maaf bila ada kesalahan kata yang disebabkan kesengajaan untuk menyindir atau menyakiti perasaan seseorang...



Fizer0

Senin, 02 Mei 2011

Estetik Musik

Beberapa hari kemarin, saya disibukkan dengan latihan untuk acara akustikan di kampus yang diadakan beberapa minggu ini. Kebetulan saya dapat jatah sabtu kemarin untuk tampil. Meskipun sedikit mengecewakan karena beberapa hal teknis, tetapi lumayanlah bisa menghibur teman-teman.

Setelah berhari-hari pikiran saya buntu karena tidak ada ide untuk menulis, kali ini saya akan bercerita saja pengalaman saya dalam mengenal musik.
Mmmhh,, mulai dari mana ya?

Agak susah juga mendefinisikan kapan 'mengenal musik' karena tiap manusia sudah dibekali berkah musik sejak lahir. Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang sama sekali tidak suka dengan musik.

Mungkin jika ditilik dari kapan saya mulai punya kaset adalah ketika saya kelas 4 SD (klo gak salah), kaset pertama yang saya beli adalah album perdana dari band yang paling fenomenal saat itu, Sheila on 7. Awalnya sih cuma iseng-iseng tapi setelah didengarkan ternyata keren sekali.

Namun, sepertinya saya belum terlalu tertarik dengan musik, saya cuma tertarik dengan Sheila on 7. Sampai SMP, kaset yang saya punya adalah Sheila on 7, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 07 Des. Ya, itu adalah album 1-3 SO7. Baru pada waktu SMP saya mulai mencoba mendengarkan musik yang lainnya sehingga membuat saya semakin tertarik dengan musik. Dari sanalah saya mulai tertarik untuk belajar musik.

Saya baru mulai serius belajar gitar kelas 3 SMP, memang agak terlambat dan saya belum punya gitar sendiri saat itu. Sungguh ironis mengingat ayah saya dulu juga seorang pemusik, seorang gitaris dan penyanyi yang jenius. Sayang semua gitar dan alat-alat musik lainnya sudah dijual (beberapa juga dipinjam, tapi sekarang tak tahu entah dimana) karena beliau terkena stroke ketika saya masih sangat kecil. Selain karena tidak ada yang memakai (karena saya dan adik saya masih sangat kecil), kami perlu uang juga untuk membayar biaya pengobatan yang luar biasa mahal.

Saya mulai belajar bermain gitar dengan bimbingan dari paman saya. Terkadang saya juga mengutak-atik sendiri bagaimana membuat kunci atau mencari tangga nada. Karena musik itu seperti matematika yang bisa kita utak-atik dan pelajari sendiri. Yang kita pelajari dari buku atau orang lain lain hanyalah teknik dan persepsi bermusik. Masalah selera dan bagaimana kita bermain itu ditentukan oleh kita sendiri.

Musik itu natural, setiap orang bisa merasakan dan membuat musiknya sendiri.


Fizer0
>

Senin, 28 Maret 2011

My Writings My Thoughts


Judul di atas memang sama dengan judul yang ada halaman depan blog ini. Judul yang sudah melekat pada template blog saya sekian lama. Dulunya sih, tidak saya utak-atik karena saya emang belum bisa ngutak-atik template,, hhe.. Sekarang, setelah agak mudeng, sayang rasanya untuk membuangnya. Special Thanks untuk penyedia template yg saya sudah lupa ambil darimana...

Sekarang tulisan tersebut malah menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis. Ya, tulisanku adalah apa yang ada di benakku bukan hasil jiplakan pemikiran orang lain. Saya rasa itulah maksud yang dapat saya tangkap dari si pembuat template ini. Tak peduli bagaimana tanggapan orang tentang pemikiranku, aku adalah diriku sendiri. Kalau Anda sering membaca tulisanku pasti Anda tahu kalau itu adalah tulisanku.

Salah satu ciri khas dari tulisanku tercermin dari quote yang berjalan di atas postinganku. Petikan yang diambil dari salah satu orang paling pintar dunia, Albert Einstein. Petikan ini mengajak kita untuk berpikir dan berpendapat bukan hanya mendengar dari orang lain atau sekedar membaca. Otak kita sebenarnya punya jawaban dari semua pertanyaan yang ada di dunia, hanya saja kita belum menembusnya, kita tinggal menunggu sebuah kejadian untuk membuat dinding logika kita roboh.

Jika Anda sering membaca tulisanku, terutama yang berlabel opini, saya tidak pernah mengambil kesimpulan yang jelas atas pendapatku sendiri melainkan mengakomodasi seluruh pendapat yang ada dilihat dari banyak sisi. Mungkin orang akan bingung akan maksud dari tulisanku dan bisa menafsirkan banyak hal. Inti sebenarnya dari tulisanku adalah membuat bingung pembacanya... Ya, itulah opini saya, saya memang tidak pernah melihat sesuatu hanya dari satu sisi. Nilai positifnya adalah saya akan bisa melihat banyak hal, negatifnya tentu saya tidak pernah bisa mengambil kesimpulan/ keputusan.

Jika Anda tidak siap jangan pernah berpikir seperti saya, karena orang yang berpikir seperti saya tidak akan pernah bisa jadi pemimpin. Karena menurut saya tidak ada keputusan yang benar-benar baik atau sama sekali salah, saya tidak mudah mengambil keputusan dan cenderung plin-plan. Seorang pemimpin harusnya siap mengambil keputusan entah akan dianggap salah atau benar oleh orang lain.

Namun, jika Anda ingin berpikir seperti saya jangan melihat semuanya dari hitam atau putih, tapi lihatlah sebagai abu-abu... (seperti dalam postingan saya Black or White.. hhe...)

Saya rasa cukup sekian postingan saya kali ini, semoga Anda semakin setia membaca tulisan saya..Photobucket

Oh iya, saya kelupaan, dalam postingan ini saya juga akan memperkenalkan tanda tangan terbaru dari saya... hhe.. (sekali-kali narsis)

Fizer0

Sabtu, 19 Maret 2011

Antasari: Keadilan Bukanlah Sebatas Formal




Untuk kali kedua Kick Andy mengangkat topik Antasari Azhar. Jika yang pertama tentang kiprahnya saat menjabat Ketua Komisi Pemperantasan Korupsi dalam memberantas “tikus-tikus” yang menggerogoti keuangan negara, kali ini kami akan mewancarai mantan Ketua KPK ini di dalam Lembaga Pemasyarakatan kelas I, Tangerang, Banten. - K!ck Andy


Menarik memang mendengar wawancara dari orang-orang yang ada di acara ini. Tentunya sangat menarik pula mendengar kisah dari orang yang sempat menjadi "pahlawan" yang kini diasingkan di negeri ini. Untuk itu, saya ingin sedikit membahas mengenai sosok yang banyak menjadi perhatian beberapa waktu yang lalu.

Bagaimanapun kita harus mengakui bahwa Antasari memang salah satu orang paling berjasa di Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Sudah banyak kasus yang pernah ditanganinya yang sempat membuat geram beberapa petinggi negeri ini. Bahkan, para penguasa kita pun sempat merasa khawatir sehingga ingin membatasi jangkauan tangan KPK.

Tak heran memang kalau banyak yang membenci sosok ini dan tentu saja berusaha menyingkirkannya. Terlepas dari benar tidaknya tuduhan yang menimpanya, kita bisa menyimpulkan bahwa benar Antasari telah dijebak. Entah dijebak dengan sebuah pemfitnahan atas namanya ataukah dijebak untuk melakukan apa yang telah dituduhkan. Yang bisa berarti Antasari memang bersalah ataukah hanya dipersalahkan. Yang jelas ia telah dijebak atau mungkin terjebak.

“Saya tidak merasa didzalimi, tetapi saya sudah didzalimi!” -Antasari Azhar


Mungkin yang perlu ditanyakan bukanlah benar tidaknya tuduhan itu, tetapi kenapa sepertinya semua tuduhan dipaksakan mengarah kepadanya. Kita sendiri tahu, beliau memang terlalu banyak membuat "dosa" dengan menjebloskan beberapa tahanan kelas kakap. Misalnya, Jaksa Urip Tri Gunawan yang ditangkap petugas KPK ketika sedang menerima suap yang konon membuat Jaksa Agung kala itu Hendarman Soepandji marah besar kepada Antasari Azhar karena dinilai tidak solider kepada korp kejaksaan. Belum lagi, “ulahnya” yang menjadikan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan yang notabene besan presiden SBY itu sebagai tersangka dan harus masuk penjara. Serta ulah KPK dalam penyadapan pejabat tinggi Kepolisian yang menyebabkan adanya aturan baru tentang upah pungut.

Semua "dosa" itu sudah cukup untuk menempatkannya di level terendah. Mendekamnya Antasari ke dalam sel itu memang merupakan suatu keharusan akibat “dosa-dosa” Antasari Azhar yang mengakibatkan “orang kuat” di negeri ini tidak suka. Akan tetapi, itulah kenyataannya para penguasa kita tidak mau lagi diusik ketentramannya dan pasti akan menghalalkan banyak cara untuk mempertahankan ketentramannya itu.

Proses keadilan memang perlu dibenahi dari belakang. Setidaknya itulah salah satu "penyesalannya" kini. Banyak orang yang harusnya berada dalam bui tetapi masih berkeliaran, begitu sebaliknya orang yang seharusnya di luar malah tertahan di dalam.

Kita memang tidak bisa mengharapkan keadilan formal, karena keadilan formal itu sangat semu. Keadilan yang sesungguhnya adalah pertanggungjawaban kita terhadap Tuhan dan manusia lainnya, dalam hal ini masyarakat. Saya rasa bukanlah pengadilan yang mampu menilai keadilan tetapi Tuhan dan kita sendiri.

Saat ini beliau sedang mempersiapkan Memori PK-nya, kita tunggu saja pengajuannya. Kalau gagal, sepertinya beliau harus mulai menata lagi hatinya untuk bertahan dalam ruang kecil berjeruji.

"Saya belum berpikir masalah grasi, karena sama saja saya mengakui perbuatan terlebih dahulu lalu meminta pengampunan" ujar Antasari.


reference: http://kickandy.com/theshow/1/1/2048/read/ANTASARI-BICARA-DARI-BALIK-PENJARA

Rabu, 02 Maret 2011

Vote for Nurdin (?)

Beberapa hari ini, kita disuguhi drama menarik dari persepakbolaan kita. Akarnya adalah "kesetiaan" Nurdin dalam PSSI. Ketika semua orang menyuruh untuk mundur, beliau malah mempertahankan "kesetiaan"-nya itu. Beliau bilang kalau demo yang ditampilkan media itu tidak imbang, sesungguhnya banyak pula yang demo mendukung beliau.

Untuk itu saya ingin membuktikannya. Sederhana saja, silahkan isi polling dengan pertanyaan sangat sederhana berikut. Untuk mengetahui kevalidannya, silahkan untuk memposting juga alasan Anda pada kolom komentar di bawah.



Semoga ini merepresentasikan opini masyarakat Indonesia...

Minggu, 13 Februari 2011

Belajar Pola Hidup yang Agak Sehat

Akhir-akhir ini banyak teman se-kosan saya yang mengalami sakit. Entah karena cuaca yang tidak menentu atau karena daya tahan tubuh yang lemah. Bahkan beberapa waktu yang lalu, salah satu teman saya terbaring di kamarnya sampai hampir satu minggu dan terpaksa tidak bisa masuk kuliah selama beberapa hari. Bersyukurnya saya karena tidak mengalami hal yang sama dengan teman-teman saya tersebut, meskipun saya juga turut prihatin dengan keadaan mereka.

Selama hampir tiga tahun berkuliah dan menjadi anak kos, saya belum pernah merasakan sakit yang parah. Paling lama saya berbaring satu hari di kamar, selebihnya cuma batuk dan pilek biasa. Padahal hampir semua teman sekosan saya pernah mengalami sakit dan terbaring lebih dari satu hari. Biasanya ketika mulai merasakan sakit, saya berbaring saja selama satu hari, dan besoknya penyakit itu sudah hilang.

Padahal, dulu (atau mungkin masih sampai sekarang) saya termasuk orang yang 'ringkih' (lemah dan mudah sakit). Hampir tiap bulan, ibu saya membawa saya ke dokter atau puskesmas dengan berbagai kombinasi dan permutasi penyakit yang berbeda-beda. Sampai-sampai tiap dokter yang saya datangi sudah hafal dan kenal dengan saya.

Ketika seorang dokter mulai mengenal Anda, itu bukanlah pertanda yang baik. Kadang itu berarti Anda sudah terlalu sering bersilaturahmi dengannya. Bukan berarti saling mengenal atau berilaturahmi itu tidak baik, tapi dalam hal ini kita sudah terlalu sering berobat, menandakan kalau pola hidup kitalah yang tidak sehat. Sakit adalah hal yang wajar dan manusiawi, tapi jika itu terjadi berulang kali berarti Anda harus mulai menanggapinya sebagai hal yang serius.

' ' ' ' ' '


Sebelum saya mulai nge-kos dan berkuliah, saya terbiasa dengan pola hidup yang tidak sehat. Misalnya, begadang sampai pagi, tidak pernah berolahraga, jarang makan sayur dan buah, jajan sembarangan, atau bahkan yang paling parah adalah minum 'minuman tidak lunak'. Saya tidak pernah peduli meski saya juga punya riwayat penyakit yang cukup parah pada saluran pernapasan saya. Saya malah sering keluar malam dan nongkrong dengan teman-teman saya beserta botol dan asap rokoknya. Saya sendiri bukan perokok, tapi saya sering menghirup asap rokok karena semua teman saya merokok dan saya adalah satu-satunya perokok pasif. Ini bukan salah mereka, ini salah saya sendiri berada di antara para penghisap racun ini.

Saya sudah terbiasa dengan sesak napas, bahkan setiap udara yang saya hirup sampai sekarang ini pun tidak sebanyak udara yang dihirup orang lain yang normal. Oleh karena itu, saya mudah sekali merasa lelah tetapi tetap saja itu tak membuat saya berkeinginan untuk mengubah pola hidup saya. Saya terlalu menikmati kehidupan saya yang tidak sehat ini.

Namun, saya menjadi sadar ketika penyakit saya ini bertambah parah. Sering sekali setelah keluar malam dan menghirup banyak racun, bukan hanya sesak yang saya rasakan, lebih parah saya merasakan perih yang luar biasa ketika menghirup cukup dalam -- untuk bernapas normal, saya memang harus menghirup cukup dalam karena sesak napas saya. Namun, dengan keadaan perih seperti itu saya tak lagi bisa melakukannya, saya harus meghirup sedikit demi sedikit dengan intensitas yang tinggi agar tidak merasa perih. Sungguh sangat menyiksa, sampai akhirnya rasa perih itu mulai hilang.
' ' ' ' ' '


Mungkin sampai sekarang pun banyak kebiasaan saya yang tidak bisa saya hilangkan. Namun, yang pasti saya sudah mulai menguranginya secara perlahan. Sekarang saya sudah pada tahap: Begadang sampai tengah malam, sedikit berolahraga, makan sayur dan buah, agak jajan sembarangan, berhenti 'minum', dan sedikit menjauh dari kerumunan asap. Hasilnya cukup lumayan, meski saya tahu itu masih jauh dari hidup sehat.

Saya memang mulai menyadari kelemahan saya sejak saya jauh dari orang tua, karena memang dulu saya selalu menggantungkan semuanya pada orang tua. Saat sakit orang tua saya selalu berada di samping saya, kini saya harus bisa menjaga diri saya sendiri. Itulah alasan saya untuk bisa berubah, saya tak mau orang tua saya khawatir dengan keadaan saya disini.

Ternyata dari pengalaman saya tadi terbukti bahwa sedikit perubahan saja bisa membawa dampak yang sangat besar. Dari saya yang sangat mudah sakit menjadi saya yang agak sehat. Jika perubahan kecil saja bisa berdampak sebesar itu, bagaimana dengan perubahan yang lebih besar, bukan tidak mungkin penyakit apapun bisa disembuhkan. Semoga kisah ini membawa perubahan pada kita semua, tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Saya sendiri tahu, saya masih merasa kurang dan akan terus berusaha meningkatkan pola hidup agak sehat saya menjadi pola hidup sehat.


Aku Ingin Sehat






Kontes Aku Ingin Sehat dari kakaakin

Rabu, 19 Januari 2011

Black or White...

Convince me that the truth is always gray - the killers, losing touch


Hidup bukanlah hitam dan putih. Bukan hanya baik dan buruk, atau benar dan salah. Selalu saja ada abu-abu di antara keduanya. Selalu saja ada keraguan di antara pilihan yang dianggap pasti sekalipun. Selalu ada kebohongan dibalik kejujuran, begitu sebaliknya selalu ada kejujuran di balik kebohongan.

Seorang yang jujur tidak mungkin selamanya akan selalu jujur terus-menerus, selalu saja ada alasan untuk sesekali berbohong, entah itu alasan baik atau buruk. Sebaliknya seorang pembohong besar sekalipun pasti pernah berkata jujur, karena jika ia tidak pernah berkata jujur, justru dia akan dianggap sebagai orang yang jujur karena selalu konsisten terhadap kebohongannya.

Saya berharap prolog di atas tidak terlalu berat, karena saya tidak bisa memikirkan kata-kata yang lebih mudah dicerna. Tidak apalah, bahasa hukum di undang-undang kita saja yang tidak mudah dicerna malah menjadi patokan. (halah.. alesan)

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari kisah-kisah penegak hukum di negeri kita yang kacau balau. Sebegitu kacaunya sampai-sampai kita tak pernah tahu dan hanya bisa menduga-duga siapa sebenarnya yang salah, meskipun terkadang pengadilan telah memutusnya. Ada banyak keraguan yang mendasarinya, misalnya apakah hakim benar2 bersih (baik jasmani dan rohani- sudah mandikah atau gosok gigi? karena bau mulut seseorang bisa sangat mempengaruhi konsentrasi lawannya), atau mungkin ada permainan lain yang dimainkan oleh tersangka atau penuntut barangkali seperti tetris atau game online di saat sidang. Ya, kita tidak tahu, semuanya serba rancu.

Saya sendiri kurang begitu paham dengan hukum, meski saya pernah mempelajarinya sedikit dari mata kuliah pengantar hukum. Yang saya tidak paham bukanlah masalah formal dan material tentang pidana atau perdata, yang keduanya bisa saya pelajari dalam KUHP, KUHAP, KUHPer, atau KUHAPer. Yang saya tidak paham adalah jika hukum ingin menegakkan keadilan mengapa hukum di negeri kita malah membuat banyak hal menjadi tidak adil....


Hanya karena hukum mengatakan seperti itu, tidak bisa kita menjadikan orang yang bersalah menjadi tidak bersalah begitu sebaliknya. Hukum bertujuan untuk menegakkan keadilan, bukan menciptakan "keadilan" sendiri. Yah, Setidaknya itu pendapat saya kalau memang tidak ada referensi lain yang bilang begitu.

Saya sendiri sudah muak, kalau ada orang yang bilang "Ya, saya tahu anda tidak bersalah, tapi menurut peraturan Anda tetap harus dihukum." atau semacamnya lah. Kalau memang tidak bersalah, kenapa harus dihukum? Peraturan bisa saja salah, karena itu juga dibuat oleh manusia. Kenapa bukannya kita memperbaiki peraturannya, tapi malah menjalankan aturan yang salah itu?

Okelah kalau itu memang tentang peraturan, tapi kenapa itu hanya menimpa rakyat lemah saja? Sedangkan orang2 yang berkuasa selalu saja menang. Apakah hanya karena rakyat kecil tidak ada yang paham hukum? Memangnya para penguasa itu juga paham hukum? Bahkan saya agak sangsi apa penegak hukum kita juga paham hukum....

Namun, seperti yang telah saya katakan bahwa selalu ada abu-abu di balik kebenaran. Yang terlihat benar terkadang adalah kejahatan sempurna. Yang terlihat salah terkadang adalah kebaikan besar yang tertutupi. Karena itu kita harus melihat suatu hal dari banyak sisi. Banyak hal akan menjadi sangat berbeda jika dilihat dari sudut yang berbeda. Begitu sebalikya, hal yang kelihatannya berbeda, terkadang sebenarnya adalah sama. Bahkan jika dilihat dari sudut pandang tertentu sebenarnya Hitam dan Putih itu sebenarnya adalah sama.

Photobucket

Menurut Anda?


quote


Only I could do it! I was well aware that killing people is crime in itself! Yet at that point it was the only way to make things right! I thought to myself that someday people will come to realise this as much, and regard it as an act of justice! I had no choice but to act as Kira... it was the destiny given to me.I was chosen to renew this rotten world, to bring about true peace - a utopia. Yagami Raito (Death Note)


 

Selamat Datang

Selamat datang di dunia saya, tinggalkanlah jejak dengan memberi komen.. Selengkapnya tentang saya

Sehelai Kertas..

Jangan berharap terlalu banyak dari secarik visualisasi dari sebuah memori di bawah ini. Ini hanyalah sebuah tulisan seadanya dari sebuah pemikiran yang sederhana. Ini hanyalah sebuah relaksasi dari kehidupan sewajarnya. Ini hanyalah sebuah cerita dari dunia yang tak jauh berbeda.

Navigasi

Social Stuff

Info Top