Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Ujung Genteng: Bukan Sekedar Cerita di Atas Atap




Seharusnya cerita ini mau saya tulis kurang lebih 2 minggu yang lalu. Namun, karena kesibukan yang tak kunjung henti dan susahnya membagi jadwal makan, tidur, dan nonton tipi yang silih berganti, baru kali ini saya bisa menulisnya.

Alkisah, ada sekelompok manusia (dan beberapa monyet) yang kebetulan hidup bersama dalam sebuah ikatan politis yang terbentuk atas kuasa orang-orang jahil yang membuat daftar absensi orang2 stres berjudul kelas 3C. Sebuah kumpulan dari mahasiswa/i tingkat akhir dari spesialisasi pajak sebuah perguruan tinggi tersohor di Indonesia (baca: STAN) yang terdiri dari orang2 sok keren dan sok gaul yang mencoba mengeksiskan dirinya masing2.

Kembali pada cerita, beberapa minggu yang lalu saya bersama teman-teman saya berwisata ke tempat yang luar biasa. Sebuah tempat yang masih alami dan memiliki pemandangan yang indah. Baiklah, langsung saja kita mulai ceritanya, tolong disimak baik-baik.



Cerita dimulai dari jadwal keberangkatan yang berganti haluan tak menentu arah demi menyesuaikan jadwal dari tiap-tiap individu yang memiliki bahtera kehidupannya masing-masing. Namun, akhirnya disepakatilah sebuah waktu yang dirasa cocok demi terjaganya kekompakan, dengan harapan setiap anggota kelas dapat ikut. Namun, tentunya itu adalah hal yang tidak mungkin, tetap saja ada beberapa orang yang gagal mengikuti acara ini dengan idenya masing-masing. Saya menghargai tiap keputusan itu, tapi saya lebih salut pada beberapa yang punya alasan cukup kuat untuk tidak ikut, tetapi malah merelakan dirinya untuk ikut acara ini demi sebuah kebersamaan yang tak ternilai harganya.

Akhirnya dengan massa seadanya kami pun berangkat menuju Ujung Genteng dengan menggunakan kendaraan mewah yang mampu menampung kurang lebih 30 makhluk hidup, yang dilengkapi dengan fasilitas hembusan angin jendela yang tentunya menambah sejuk suasana di dalamnya. Kendaraan ini dikemudikan oleh seorang sopir profesional yang mampu melaju di kegelapan malam dengan kecepatan di atas rata walau di atas jalan yang sempit dan curam.

Seharusnya pagi harinya kami akan langsung menuju ke Curug Cikaso, tetapi karena kencangnya laju kendaraan yang tak bisa ditoleransi kami pun malah langsung nyasar di penginapan. Apa boleh buat, pagi harinya kami hanya bermain-main di pantai karang dan mengikuti permainan-permainan bodoh yang menambah semangat kami untuk tidur siang (setelah semalam tak tidur karena laju bus yang membuat kami terguncyang..!!)

Sore harinya, barulah kami terbangun untuk memulai sebuah perjalanan panjang menuju penangkaran penyu yang kira2 berjarak 2 km meskipun dalam penunjuk jalan cuma ditulis 100 m. Mungkin ada benarnya juga, karena kebersamaan kami perjalanan jauh itu pun terasa seperti 100 m doang... halah


Kami pun menyusuri pinggiran pantai yang masih indah dan bersih menuju ke tempat penangkaran. Sesampainya di tujuan, kami diberi kesempatan untuk melepas penyu ke laut. Setiap orang dari kami memegang satu2 lalu dilepaskan serentak layaknya sebuah lomba balap lari penyu...

Spoiler for Pantai:


Matahari terbenam hari mulai malam... kami bergegas untuk kembali ke penginapan. Kali ini kami kembali dengan menyusuri jalan setapak hanya dengan penerangan lampu senter. Sesampainya di penginapan diadakanlah acara api unggun yang semakin menambah erat kebersamaan ini. Malam pun semakin larut, sudah saatnya kami beristirahat sembari mendengarkan dengkuran2 merdu yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman.

Keesokan paginya saya baru mulai menyadari nikmatnya tempat tidur di penginapan ini. Sayangnya, kami harus bergegas bangun untuk sejenak berolahraga.


Siangnya kami meninggalkan penginapan bersama pemiliknya yang telah ramah dan memberikan banyak bantuan kepada kami. Kami pun langsung menuju ke Curug Cikaso masih menggunakan kendaraan mewah yang sama.

Tak disangka ternyata curug ini memilki pemandangan yang luar biasa. Sayang, kamera saya tidak sempat merekamnya karena kehabisan baterai. Akhirnya kami pun berbasah-basahan setelah seharian tidak mandi meski saya cuma mlipir-mlipir di pinggiran karena tak mau lagi kesombongan saya untuk berenang (padahal gak bisa renang sama sekali) kembali hampir menenggelamkan saya seperti di Green Canyon tahun kemarin. Meski begitu, saya begitu menikmatinya karena saya terlalu terpana untuk terus memandangi keajaiban alam yang ada di depan mata saya.

Spoiler for Curug Cikaso:

image: http://sukabumionline.net


Hari pun semakin sore, sudah saatnya kami pulang dan kembali ke kehidupan normal. Akhirnya, kami pun sampai kembali di kampus tercinta pukul setengah 2 malam. Namun, saya tidak sempat beristirahat karena paginya sehabis subuh saya harus balik ke Solo.

Berat rasanya meninggalkan kebersamaan ini karena mungkin ini kali terakhir kami bisa berkumpul dan bermain bersama sebelum nantinya kami ditempatkan. Sungguh momen yang tak akan saya lupakan. I'll be missing us, all the memories.


When a story passed, it doesn't mean that the story has ended
It just something that we call... memories


Spoiler for poto2:
1oo m(?)


perjalanan...


perjuangan para penyu menuju laut


kebersamaan..


Spoiler for Bonus:
Spoiler for Jangan dibuka:


Fizer0

Selasa, 14 Desember 2010

Menjelajah Fantasi

Setelah beberapa hari berkutat dengan kisi-kisi dan soal uts, saya bersama segerombolan kera memutuskan untuk menghamburkan uang dengan jalan-jalan. Sebenarnya ini berawal dari ide konyol beberapa bulan yang lalu yang dinamakan "janji lelaki". Sebuah kosakata konyol yang tersurat untuk sebuah hal yang konyol pula. "Nggamboes goes to dufan after uts" ini adalah sebuah janji yang harus dan wajib ditepati, kalau tidak... ya tidak apa-apa. (Nggamboes adalah nama sebuah penginapan yang paling tersohor di seantero STAN - red)


Akhirnya jumat 10 des 2010, dengan mengendarai "mobil" kami berangkat dengan diantar oleh sopir profesional dari penginapan (baca:kos-kosan) pukul 7 pagi Waktu Indonesia Nggamboes (terlambat 1 jam 59 menit dari waktu normal).


Karena hari jumat dan kami adalah orang-orang beriman, maka kami berhenti dulu untuk solat jumat di Senen. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali dijemput "jalan bis" langsung ke arah Ancol.




Disana kami berpencar menjadi beberapa tim, yaitu 2 tim keluarga dan 1 tim suka-suka. Tim suka-suka terdiri dari seekor gorila (deski), satu lansia (ape), wewe "the hammerson", riyan "muka gumenjot", dan saya sendiri, disusul ustadz yogi yg bergabung di tengah acara.

Wahana pertama yang dituju adalah kora-kora dan berakhir lagi di kora-kora. Inilah skema wahana yang kami kunjungi:
kora-kora |> bombom car |> halilintar |> perang bintang |> perut lapar |> niagara gara |> rumah miring |> tornado |> hysteria |> kora-kora



Yam.. ayam.. oo.. oo..



















6 jam 2 menit sudah kami berkeliling dan disiksa, malam pun menjelang dan kami harus meninggalkan tempat ini menuju ke wahana berikutnya, wahana yang lebih sesak dan membosankan.. perjalanan pulang..





Senin, 13 Desember 2010

Refleksi Biru dari Blue Grotto (Capri)



The Blue Grotto (Italia: Grotta Azzurra) adalah sebuah gua laut di pantai Pulau Capri, Italia. Gua ini memancarkan cahaya biru dengan intensitas tinggi serta cahaya keperakan dari benda-benda yang tenggelam di perairan. Sumber cahaya utama di gua ini berasal dari bawah permukaan laut. Refleksi biru yang menerangi gua tercipta dari sinar matahari yang melewati suatu rongga di bawah air dan bersinar melalui air laut.


Untuk melihat lebih jelas sumber cahaya tersebut silahkan buffer video di bawah ini..



Di dalam Blue Grotto cahaya berasal dari dua sumber. Salah satunya adalah lubang kecil di dinding gua, tepatnya di permukaan air, yang mungkin diameternya sekitar satu setengah meter. lubang ini cukup besar untuk dimasuki sebuah perahu dayung kecil, dan digunakan sebagai pintu masuk. Dalam foto yang diambil dari dalam gua, setengah di atas air dari lubang ini muncul sebagai titik cahaya putih cemerlang. Sumber cahaya kedua adalah lubang kedua, dengan luas permukaan sekitar sepuluh kali lebih besar yang pertama, yang terletak tepat di bawah pintu masuk tersebut, dipisahkan oleh sebuah bar batuan antara satu sampai dua meter. Lebih sedikit intensitas cahaya per meter persegi yang dapat masuk, tapi faktanya karena ukurannya yang besar menjadikannya sebagai sumber cahaya utama.


Di dalam gua











Pintu masuk gua ini sangatlah kecil karena itu mengharuskan penumpang untuk berbaring di perahu saat memasuki gua.




Pintu Masuk












Sabtu, 06 November 2010

Menyusuri Pantai Terpanjang di Dunia, Cox's Bazar





Cox's Bazar Beach adalah pantai terpanjang natural yang tak terputus di dunia. Ini merepresentasikan 125 km pantai berpasir yang tak terputus. Dengan naik turunnya pasang yang tidak terlalu bsar menciptakan tempat yang baik untuk mandi matahari.


Nama Cox's Bazar Beach berasal dari Kapten Cox yang meninggal pada tahun 1799. Dia adalah seorang perwira Inggris yang penuh kasih terhadap masyarakat lokal dan telah mendapatkan banyak kebaikan di mata mereka. Pantai ini juga disebut sebagai Palongkee dan Panowa yang berarti "bunga kuning."






Spoiler for bw killer:


































QUICK FACT:
  • Longest natural sandy beach

  • Unbroken sandy beach for 77.67 Miles (125 km)

  • Located in Bangladesh

  • Also known by the name Palongkee and the name Panowa which means "yellow flower."




  • Pantai berpasir alami terpanjang

  • Tak terputus sampai 77,67 Miles (125 km)

  • Terletak di Bangladesh

  • Juga dikenal dengan nama Palongkee dan Panowa yang berarti "bunga kuning."





Spoiler for bw killer lagi:
























dilihat dari langit


 

Selamat Datang

Selamat datang di dunia saya, tinggalkanlah jejak dengan memberi komen.. Selengkapnya tentang saya

Sehelai Kertas..

Jangan berharap terlalu banyak dari secarik visualisasi dari sebuah memori di bawah ini. Ini hanyalah sebuah tulisan seadanya dari sebuah pemikiran yang sederhana. Ini hanyalah sebuah relaksasi dari kehidupan sewajarnya. Ini hanyalah sebuah cerita dari dunia yang tak jauh berbeda.

Navigasi

Social Stuff

Info Top