Tampilkan postingan dengan label story of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story of life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Pengalaman PKL di KPP Pratama Surakarta

Lama juga saya menelantarkan blog ini, sudah sekitar satu bulan lebih saya tidak membuat postingan baru. Memang dari sebulan kemarin saya sibuk menjalankan praktik kerja lapangan di KPP Pratama Surakarta selama 4 minggu. Saat ini seharusnya saya masih sibuk dengan laporan PKL, tapi apa daya semakin saya buntu memikirkan setiap kata dalam laporan entah kenapa saya juga ingin membuntukan kata dalam postingan saya kali ini.. halah...

Sebelumnya, saya ingin mendedikasikan tulisan ini untuk semua pejuang PKL D3 pajak STAN yang saat ini juga masih berjuang dengan laporannya masing2.

Awal cerita, setelah pertikaian panjang memperebutkan daerah PKL akhirnya tibalah saat untuk memulai perjuangan menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan dan misteri.



Persiapan pertama dan yang paling berat untuk dilakukan ialah mengubah jam tidur. Target saya ialah mengubah dari 02.30-10.30 menjadi 22.00-06.00 karena jam kantor dimulai pukul 07.30 dan berakhir 17.00 yg berarti tidak ada tidur siang (pada teorinya). Jam tidur saya sudah agak berubah tetapi memang tidak bisa disangkal jam tidur terbaik ialah pada siang hari...

Oh ya, sebelumnya saya beritahukan dahulu bahwa konon kami diberangkatkan dalam jumlah 10 makhluk (yang entah pada kenyataannya tinggal beberapa saja)... Kesemuanya itu ditempatkan ke dalam dunia dan takdirnya masing2 dalam seksi yang berbeda.

Baiklah.. baiklah.., saya akan menceritakan satu persatu tugas dari masing2 seksi di kantor kami. Kebetulan saya ditempatkan di seksi PDI (Pengolahan Data dan Informasi) bersama satu makhluk lainnya, tugasnya tidak terlalu rumit hanya mengetik ulang SPT yang berupa hardcopy ke dalam sistem informasi DJP. Disini tidak terlalu ramai tapi tidak terlalu sepi juga alias sedang-sedang saja. Hal yang saya petik di seksi ini antara lain, semangka, melon, rujak, roti, keripik... Ini memang seksi yang berlimpah makanan... karena tugas yang selesai dengan cepat, saya jadi bisa berkeliaran mengunjungi seksi2 yg lain.

Berlanjut ke seksi berikutnya, satu ruangan dengan seksi PDI ada seksi pelayanan yang dihuni dua makhluk lainnya. Ini adalah seksi yang paling ramai, dipenuhi anak magang baik dari universitas maupun SMA. Ini adalah seksi tiada akhir, selain diperlukan keterampilan dasar seperti menstaples dan menempel barcode para pekerja juga harus punya stamina tinggi untuk menghadapi jutaan lembar dokumen. wow.... Seksi ini mempunyai riwayat pekerjaan terpanjang dan menjadi kisah yang tak berujung, mulai dari penerimaan dokumen hingga pengirimannya.

Di bagian paling depan kantor (frontliner), ada TPT (tempat pelayanan terpadu) yang masih bagian dari seksi pelayanan. Disini terdapat tempat untuk penyampaian SPT oleh wajib pajak beserta masalah2nya juga terdapat tempat untuk pengurusan masalah NPWP. Saya juga sempat beberapa kali berada disini untuk membantu melayani WP, atau sekedar memandangi mbak retno di bagian TPT.

Oh ya, perlu saya beritahukan bahwa seluruh pelayanan termasuk pembuatan NPWP tidaklah dikenakan biaya jika terjadi praktek pungli (nyemplung di kali) harap dilaporkan ke RT setempat karena siapa tahu itu nenek tetangga Anda yang kepleset saat buang air besar di kali... (lhoh?)


Lanjut, masih satu ruangan dengan saya, ada seksi ekstensifikasi perpajakan. Disini kebanyakan berhubungan dengan PBB (pajak bumi dan bangunan) yang saya kurang begitu tahu, biar anak Penilai saja yang mengurusi...

Lanjut ke ruang berikutnya ada subbagian umum yang mengurusi kepegawaian (titik)

Seksi berikutnya adalah seksi pemeriksaan dan seksi penagihan yang tidak terlalu ramai. Di seksi penagihan dua orang teman saya berurusan dengan berkas2 setebal sekilan tangan orang dewasa yang bisa diperkirakan beratnya mencapai beberapa kg. Saya rasa dengan bekerja disana selama 1 tahun, otot2 tangan Anda akan mulai kekar.


Lanjut ke seberang ada ruangan seksi waskon (pengawasan dan konsultasi) I sampai IV yg terlihat sangat lengang.... (krik.. krik.. krik..)


Selain mengunjungi berbagai seksi dan mencoba berbagai pekerjaan, biasanya saya juga mengunjungi tempat2 lain seperti kantin atau ruang karaoke untuk melakukan survei ruangan. Namun, semuanya juga harus diimbangi dengan pekerjaan yang diselesaikan dengan baik. Banyak hal yang bisa didapatkan dan sebenarnya tersirat dalam setiap pekerjaan di kantor. Misalnya, kita bisa belajar mengetik di seksi PDI, belajar ketrampilan dasar di pelayanan, atau fitness di penagihan. Namun, disamping itu semua kami juga belajar kebersamaan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.


Cerita di atas gambaran kecil kegiatan kami ketika di kantor, bukan gambaran penuh atas semua pekerjaan kantor. Bila ada kalimat yang dirasa mencemarkan nama seseorang atau suatu instansi bukanlah kesengajaan penulis.


Spoiler for pekael:

poto bareng kasubbag umum



makan2 oleh kasie pdi yg merangkap pjs. kasie pelayanan

Tidak lupa, Saya mengucapkan terima kasih kepada teman2 se-pekael aphe, ma2d, deski, suryo, aji, titis, brian, cakra, dan toni juga kepada teman pekael uns di seksi pelayanan siti, tri, asa, dan bakti. Saya juga mengucapkan selamat kepada mas2 dan mbak2 magang s1 uns maupun d3 stan di seksi pelayanan yg baru2 ini telah resmi ditempatkan. good luck for u all..

quote of the post:
Kesuksesan adalah ukuran kebahagiaan yg dinilai orang lain, Kepuasan adalah ukuran kebahagiaan yg dinilai oleh diri sendiri


Fizer0

Rabu, 15 Juni 2011

Ujung Genteng: Bukan Sekedar Cerita di Atas Atap




Seharusnya cerita ini mau saya tulis kurang lebih 2 minggu yang lalu. Namun, karena kesibukan yang tak kunjung henti dan susahnya membagi jadwal makan, tidur, dan nonton tipi yang silih berganti, baru kali ini saya bisa menulisnya.

Alkisah, ada sekelompok manusia (dan beberapa monyet) yang kebetulan hidup bersama dalam sebuah ikatan politis yang terbentuk atas kuasa orang-orang jahil yang membuat daftar absensi orang2 stres berjudul kelas 3C. Sebuah kumpulan dari mahasiswa/i tingkat akhir dari spesialisasi pajak sebuah perguruan tinggi tersohor di Indonesia (baca: STAN) yang terdiri dari orang2 sok keren dan sok gaul yang mencoba mengeksiskan dirinya masing2.

Kembali pada cerita, beberapa minggu yang lalu saya bersama teman-teman saya berwisata ke tempat yang luar biasa. Sebuah tempat yang masih alami dan memiliki pemandangan yang indah. Baiklah, langsung saja kita mulai ceritanya, tolong disimak baik-baik.



Cerita dimulai dari jadwal keberangkatan yang berganti haluan tak menentu arah demi menyesuaikan jadwal dari tiap-tiap individu yang memiliki bahtera kehidupannya masing-masing. Namun, akhirnya disepakatilah sebuah waktu yang dirasa cocok demi terjaganya kekompakan, dengan harapan setiap anggota kelas dapat ikut. Namun, tentunya itu adalah hal yang tidak mungkin, tetap saja ada beberapa orang yang gagal mengikuti acara ini dengan idenya masing-masing. Saya menghargai tiap keputusan itu, tapi saya lebih salut pada beberapa yang punya alasan cukup kuat untuk tidak ikut, tetapi malah merelakan dirinya untuk ikut acara ini demi sebuah kebersamaan yang tak ternilai harganya.

Akhirnya dengan massa seadanya kami pun berangkat menuju Ujung Genteng dengan menggunakan kendaraan mewah yang mampu menampung kurang lebih 30 makhluk hidup, yang dilengkapi dengan fasilitas hembusan angin jendela yang tentunya menambah sejuk suasana di dalamnya. Kendaraan ini dikemudikan oleh seorang sopir profesional yang mampu melaju di kegelapan malam dengan kecepatan di atas rata walau di atas jalan yang sempit dan curam.

Seharusnya pagi harinya kami akan langsung menuju ke Curug Cikaso, tetapi karena kencangnya laju kendaraan yang tak bisa ditoleransi kami pun malah langsung nyasar di penginapan. Apa boleh buat, pagi harinya kami hanya bermain-main di pantai karang dan mengikuti permainan-permainan bodoh yang menambah semangat kami untuk tidur siang (setelah semalam tak tidur karena laju bus yang membuat kami terguncyang..!!)

Sore harinya, barulah kami terbangun untuk memulai sebuah perjalanan panjang menuju penangkaran penyu yang kira2 berjarak 2 km meskipun dalam penunjuk jalan cuma ditulis 100 m. Mungkin ada benarnya juga, karena kebersamaan kami perjalanan jauh itu pun terasa seperti 100 m doang... halah


Kami pun menyusuri pinggiran pantai yang masih indah dan bersih menuju ke tempat penangkaran. Sesampainya di tujuan, kami diberi kesempatan untuk melepas penyu ke laut. Setiap orang dari kami memegang satu2 lalu dilepaskan serentak layaknya sebuah lomba balap lari penyu...

Spoiler for Pantai:


Matahari terbenam hari mulai malam... kami bergegas untuk kembali ke penginapan. Kali ini kami kembali dengan menyusuri jalan setapak hanya dengan penerangan lampu senter. Sesampainya di penginapan diadakanlah acara api unggun yang semakin menambah erat kebersamaan ini. Malam pun semakin larut, sudah saatnya kami beristirahat sembari mendengarkan dengkuran2 merdu yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman.

Keesokan paginya saya baru mulai menyadari nikmatnya tempat tidur di penginapan ini. Sayangnya, kami harus bergegas bangun untuk sejenak berolahraga.


Siangnya kami meninggalkan penginapan bersama pemiliknya yang telah ramah dan memberikan banyak bantuan kepada kami. Kami pun langsung menuju ke Curug Cikaso masih menggunakan kendaraan mewah yang sama.

Tak disangka ternyata curug ini memilki pemandangan yang luar biasa. Sayang, kamera saya tidak sempat merekamnya karena kehabisan baterai. Akhirnya kami pun berbasah-basahan setelah seharian tidak mandi meski saya cuma mlipir-mlipir di pinggiran karena tak mau lagi kesombongan saya untuk berenang (padahal gak bisa renang sama sekali) kembali hampir menenggelamkan saya seperti di Green Canyon tahun kemarin. Meski begitu, saya begitu menikmatinya karena saya terlalu terpana untuk terus memandangi keajaiban alam yang ada di depan mata saya.

Spoiler for Curug Cikaso:

image: http://sukabumionline.net


Hari pun semakin sore, sudah saatnya kami pulang dan kembali ke kehidupan normal. Akhirnya, kami pun sampai kembali di kampus tercinta pukul setengah 2 malam. Namun, saya tidak sempat beristirahat karena paginya sehabis subuh saya harus balik ke Solo.

Berat rasanya meninggalkan kebersamaan ini karena mungkin ini kali terakhir kami bisa berkumpul dan bermain bersama sebelum nantinya kami ditempatkan. Sungguh momen yang tak akan saya lupakan. I'll be missing us, all the memories.


When a story passed, it doesn't mean that the story has ended
It just something that we call... memories


Spoiler for poto2:
1oo m(?)


perjalanan...


perjuangan para penyu menuju laut


kebersamaan..


Spoiler for Bonus:
Spoiler for Jangan dibuka:


Fizer0

Minggu, 08 Mei 2011

3 Mantra Ajaib

Beberapa hari kemarin di kampus saya diadakan turnamen futsal yang diikuti khusus oleh semua kelas tingkat 3 pajak. Tujuannya adalah untuk mempererat kekeluargaan sesama tingkat 3 khususnya spes pajak yang terdiri dari 13 kelas yang selalu kompak.

Namun, tak seperti yang diharapkan di lapangan keadaan pun mulai memanas, seperti yang diduga terjadilah gol.. ehh bukan, maksud saya hampir terjadi jitak-jitakan antar pemain. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi mengingat ini hanya turnamen untuk mempererat angkatan. Namun, setelah diselidiki kesalahpahaman ini bermula dari pemain yang "lupa" mengucapkan satu kata. Mmhh,, kata apa ya?!



Terkadang sebuah perselisihan ditimbulkan oleh kesalahpahaman kecil yang ditimbulkan dari perkataan atau perbuatan kita. Akan tetapi, sebenarnya itu sangat mudah dihindari kalau Anda tahu triknya. Kali ini saya akan memberikan tiga mantra jitu yang akan membuat hati ini damai, sedamai mentari yang bersinar di esok hari.. (lebay...)

Sebenarnya ide ini muncul dari salah seorang dosen bahasa inggris saya (Mr. Karim Murtadho) yang sempat memberikan kami bekal 3 buah kata yang sangat penting untuk dimiliki. Karena beliau seorang dosen bahasa Inggris beliau menyebutnya "Three Magic Words". Yup, langsung saja saya mulai, silahkan disimak sambil minum kopi,, maksud saya direnungi.

(Oh ya, karena dulu dosen saya ngajarnya pake bhs inggris, saya tulis katanya jg pake bhs inggris, bukannya saya sok inggris. Tenang aja penjelasannya pake bhs Indonesia yang baik dan (belum tentu) benar kok!)

Mantra Pertama:

image: blogspot.com


Dengan menggunakan kata ini kita bisa membuat sebuah kalimat yang nyaman untuk didengar. Kata ini digunakan untuk memperhalus kalimat perintah atau suruhan. Sebuah kata sederhana yang akan membedakan arti dari kalimat panjang yang Anda rangkai.
contoh sederhana (English version)
1 Close the door!
2 Close the door, please!

1 Stand up!
2 Stand up, please!

Jika Anda disuruh untuk menutup pintu lebih senang dengan ucapan pertama atau kedua? Bagaimana juga jika Anda dipersilahkan berdiri? Saya yakin Anda pasti memilih yang kedua.
Trus, gimana klo kayak gini 'Close the f**in' door, please!' atau 'Hey b**ch stand up, please!' ? (Tanya aja mak lu...!)

Kalo dalam versi bahasa kita, mungkin bisa digunakan kata 'tolong' atau 'silahkan'
contoh lagi (versi Indonesia)
- Tolong buatkan saya kopi!
- Silahkan duduk!

Tapi jangan geenee juga kali:
-Tolong buatkan saya kopi, sirup, puding, kue, bakso, pecel lele sama empang-empangnya sekalian!
- Silahkan duduk... tapi jangan deket-deket saya soalnya ente bau pesing!

Daripada tambah kacau mending langsung ke Mantra yang kedua aja dah...

Mantra Kedua:

image: blog.tmcnet.com


Masih berhubungan erat dengan mantra yang pertama. Kata yang sering dilupakan orang, entah benar-benar lupa atau lupa-lupa benar. Yang jelas banyak orang yang menganggap sepele arti kata ini. (Bagi yang belum tahu thanks = terima kasih - red)

Kalo kata yang tadi diucapkan olah yang menawarkan bantuan, sebaliknya kata ini diucapkan oleh yang menerima bantuan. Jika kita mendapat bantuan dari orang lain ucapkanlah terima kasih. Sungguh akan sangat berbeda rasanya bagi yang menolong kita walau hanya sekedar ucapan terima kasih.

Mungkin sebagian orang akan mengelak kalau diberikan ucapan terima kasih dengan berkata "ahh, biasa aja gak perlu berterima kasih seperti itu". Namun, saya yakin dalam hati pasti orang itu merasa senang mendapatkan ucapan terima kasih.

Saya yakin sebagian dari kita akan merasa sangat tidak dihargai ketika telah menolong orang tetapi tidak mendapatkan apa pun. Namun, ketika diberikan ucapan terima kasih hati kita akan merasa agak lega (meskipun sebenarnya masih berharap dapat cek atau makan siang di hanamasa).

Oh ya.. satu hal lagi, terkadang mengucapkan terima kasih juga membuat kita (agak) lega ketika ada orang yang menyusahkan kita, meski dalam artian sindiran. Misal, "Terima kasih telah menghancurkan hidup saya menjadi berantakan dan berkeping-keping". (kayak di sinetron2 aja)

Saran saya, ucapkanlah terima kasih bila Anda tidak mampu membayar dengan yang lain. Jadi, kalau suatu saat Anda sedang makan di restoran dan gak punya uang untuk membayar ucapkanlah terima kasih...


Mantra Ketiga:

image: flickr.com


Melanjutkan cerita saya di awal tadi, inilah kata yang "lupa" diucapkan sehingga menyulut terjadinya perselisihan. Sebenarnya takkan jadi masalah jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran di lapangan, itu hal biasa dalam futsal. Yang jadi masalah adalah ketika ybs tidak mau atau tidak menunjukkan adanya kemauan untuk meminta maaf sedikit pun.

Padahal ini adalah kata yang sangat sederhana dan dapat dipahami oleh siapa pun di dunia ini, sorry atau maaf. Jika saja semua orang "ingat" untuk mengatakan kata ini setiap melakukan kesalahan pasti tidak akan ada perselisihan. Asal jangan memanfaatkannya untuk sengaja berbuat salah saja dan melakukannya berulang-ulang.. kalo kayak gitu mah sama aja...

Yang sulit sebenarnya bukanlah bagaimana mengatakannya, yang sulit adalah bagaimana kita mengakui kalau kita salah. Yang lebih sulit lagi adalah bila kita harus mengalah mengakui salah meski sebenarnya kita tidak bersalah hanya saja situasinya membuat kita nampak salah. Asal itu bisa menghindari perselisihan lebih baik kita lakukan.

Akan tetapi, kita juga harus tahu cara untuk meminta maaf, antara lain:
1. Jangan meminta maaf dengan memalingkan muka, apalagi dengan balik badan.
2. Jangan pula meminta maaf di saat emosi sedang memuncak, apalagi pas lagi bawa golok, tunggu sampai emosinya sedikit mereda.
3. Jika kesalahan Anda cukup besar, meminta maaflah dengan sungguh-sungguh tapi gak perlu didramatisir dengan tetes mata segala apalagi sampai ngundang termehek-mehek.
4. Klo kesalahan Anda tidak terlalu besar dibuat sedikit bercandaan juga gak papa asal jangan kelewatan aja. misal, "Sori bolanya kena muka kamu, soalnya muka kamu mirip mistar gawang sih.."
5. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan kita yang lama, apalagi kesalahan orang yang kita mintai maaf. misal, "Maaf kemarin hape kamu kebawa pulang di kantonganku.. oh ya, dulu dompet, kunci mobil, ama laptop kamu juga sempet kebawa di kantonganku lho...!" (What!?)


Karena sudah semaikn ngaco, lebih baik saya sudahi tulisan panjang saya kali ini... Oh ya, satu lagi (masih belum puas aja), satu hal yang lebih bijaksana dari meminta maaf adalah memaafkan, apalagi memaafkan sebelum dimintai maaf. Oleh karena itu, saya tidak perlu minta maaf bila ada kesalahan kata yang disebabkan kesengajaan untuk menyindir atau menyakiti perasaan seseorang...



Fizer0

Senin, 02 Mei 2011

Estetik Musik

Beberapa hari kemarin, saya disibukkan dengan latihan untuk acara akustikan di kampus yang diadakan beberapa minggu ini. Kebetulan saya dapat jatah sabtu kemarin untuk tampil. Meskipun sedikit mengecewakan karena beberapa hal teknis, tetapi lumayanlah bisa menghibur teman-teman.

Setelah berhari-hari pikiran saya buntu karena tidak ada ide untuk menulis, kali ini saya akan bercerita saja pengalaman saya dalam mengenal musik.
Mmmhh,, mulai dari mana ya?

Agak susah juga mendefinisikan kapan 'mengenal musik' karena tiap manusia sudah dibekali berkah musik sejak lahir. Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang sama sekali tidak suka dengan musik.

Mungkin jika ditilik dari kapan saya mulai punya kaset adalah ketika saya kelas 4 SD (klo gak salah), kaset pertama yang saya beli adalah album perdana dari band yang paling fenomenal saat itu, Sheila on 7. Awalnya sih cuma iseng-iseng tapi setelah didengarkan ternyata keren sekali.

Namun, sepertinya saya belum terlalu tertarik dengan musik, saya cuma tertarik dengan Sheila on 7. Sampai SMP, kaset yang saya punya adalah Sheila on 7, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 07 Des. Ya, itu adalah album 1-3 SO7. Baru pada waktu SMP saya mulai mencoba mendengarkan musik yang lainnya sehingga membuat saya semakin tertarik dengan musik. Dari sanalah saya mulai tertarik untuk belajar musik.

Saya baru mulai serius belajar gitar kelas 3 SMP, memang agak terlambat dan saya belum punya gitar sendiri saat itu. Sungguh ironis mengingat ayah saya dulu juga seorang pemusik, seorang gitaris dan penyanyi yang jenius. Sayang semua gitar dan alat-alat musik lainnya sudah dijual (beberapa juga dipinjam, tapi sekarang tak tahu entah dimana) karena beliau terkena stroke ketika saya masih sangat kecil. Selain karena tidak ada yang memakai (karena saya dan adik saya masih sangat kecil), kami perlu uang juga untuk membayar biaya pengobatan yang luar biasa mahal.

Saya mulai belajar bermain gitar dengan bimbingan dari paman saya. Terkadang saya juga mengutak-atik sendiri bagaimana membuat kunci atau mencari tangga nada. Karena musik itu seperti matematika yang bisa kita utak-atik dan pelajari sendiri. Yang kita pelajari dari buku atau orang lain lain hanyalah teknik dan persepsi bermusik. Masalah selera dan bagaimana kita bermain itu ditentukan oleh kita sendiri.

Musik itu natural, setiap orang bisa merasakan dan membuat musiknya sendiri.


Fizer0
>

 

Selamat Datang

Selamat datang di dunia saya, tinggalkanlah jejak dengan memberi komen.. Selengkapnya tentang saya

Sehelai Kertas..

Jangan berharap terlalu banyak dari secarik visualisasi dari sebuah memori di bawah ini. Ini hanyalah sebuah tulisan seadanya dari sebuah pemikiran yang sederhana. Ini hanyalah sebuah relaksasi dari kehidupan sewajarnya. Ini hanyalah sebuah cerita dari dunia yang tak jauh berbeda.

Navigasi

Social Stuff

Info Top