Bagi yang merasa terpancing dengan judul di atas, Anda jangan emosi dulu. Sebenarnya saya merupakan salah satu orang yang sangat mendukung penerapan Bea dan Cukai di Indonesia. Namun, disini saya akan menjelaskan peran dan fungsinya dari sisi yang berlawanan. Oleh karena itu, silahkan disimak baik-baik tulisan panjang dan membosankan dari saya ini..bmp)
Begitulah kira-kira peranan Bea Cukai yang tak seberapa dalam anggaran negara kita ini. Meskipun terlihat cukup signifikan nilai sebesar itu akan langsung hilang untuk memenuhi perut anggota DPR. Lalu apa gunanya penerimaan itu untuk masyarakat. Sekali lagi terbukti bahwa fungsi ini akan gagal dijalankan. Selanjutnya mari kita bahas fungsi yang lebih tidak penting.
Fungsi ini disebut fungsi reguleren yang berarti mengatur. Seharusnya fungsi ini tidak akan berguna jika masyarakat kita gemah ripah loh jinawi. Dengan pola hidup sederhana, ramah lingkungan, serta mempunyai etika yang baik dan taat aturan, masyarakat Indonesia sudah cukup untuk hidup tenteram dan sejahtera. Namun, sayangnya hal itu tidak berlaku sekarang.
Yang banyak terjadi dewasa ini, masyarakat kita cenderung beralih ke pola hidup boros dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, kita memerlukan adanya sesuatu hal yang tidak langsung dapat mengatur atau paling tidak mengurangi pola hidup konsumtif seperti itu. Salah satunya ialah menerapkan Cukai pada beberapa produk yang dinilai dapat merusak seperti tembakau dan alkohol. Dengan adanya cukai yang tinggi pada barang tersebut diharapkan harganya akan menjadi naik dan mengurangi konsumsi dari barang-barang tersebut. Apalagi sekarang dikabarkan adanya kenaikan cukai pada EA, MMEA, dan KMEA.
Namun, akhirnya hal tersebut tak lagi berguna karena otak yang keras kepala dari manusia di negara ini. Mereka tidak terpengaruh dengan harga yang tinggi pada produk kesayangan mereka itu.. Padahal produk dalam negeri malah banyak diekspor untuk memenuhi permintaan orang asing. Sungguh hal yang sangat ironis. Sebagai contoh, perhiasan-perhiasan berisi permata terindah yang dijual di negara Eropa berasal dari permata dari Indonesia timur, tetapi banyak orang Indonesia yang berbelanja produk itu dari Eropa.
Dengan adanya bea masuk diharapkan kecenderungan membeli produk impor akan berkurang. Namun, lagi-lagi ini tak akan berhasil bagi manusia-manusia sok kaya di negeri ini. Mereka akan lebih bangga ketika mempunyai produk dengan harga selangit meski dengan kualitas pasar loak.
Cukup berat memang tugas dari Bea Cukai yang tidak sepadan dengan peran mereka yang sangat kecil bagi masyarakat (karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami arti penting Bea Cukai sendiri). Ditambah lagi tantangan-tantangan di lapangan berupa penyuapan dan pemalakan liar.
Sabtu, 07 Agustus 2010
Negara kita tidak butuh Bea dan Cukai
Selasa, 03 Agustus 2010
Pengumuman USM STAN 2010
Selasa, 13 Juli 2010
Green Canyon, Pangandaran: Cerita tentang Kelas Narsis

Di sela2 kesibukan tugas yang mencapai klimaks kenikmatan, di saat pikiran beku dan membusuk, di waktu keheningan menyelimuti hati ini, dan dunia ini seakan memudar.. (maksudnya apa??... ini semakin tidak jelas!!)
Konon, Saya bersama segerombolan anak2 ingusan berangkat menuju sebuah mahakarya alam yang berada di Pangandaran. Meski hanya menggunakan dana yang tidak pas-pasan, kami berangkat dengan diantarkan seorang sopir yang berpengalaman dengan sebuah kendaraan modern dan menginap di sebuah penginapan berfasilitas lengkap dengan kamar mandi dan tempat tidur...
Hari pertama, dengan sedikit emosi kami tiba di Grin kenyon karena lamanya perjalanan yg tak terbantahkan dengan bus yg selalu mengeluh di tengah jalan.
Tapi setibanya disana emosi kami sedikit reda setelah menyusuri sungai dengan sebuah perahu mungil yang elegan. Sesampainya di sana beberapa dari kami 'nyemplung' ke dalam sungai dan mengikuti arus (termasuk saya yang sama sekali tidak bisa berenang dan hanya bermodalkan nyawa yang memang sangat mudah hilang..) Meskipun harus berjuang sampai terbang tenggelam tapi beruntung juga rasanya masih bisa selamat..
Sorenya kami ke penginapan, lalu bermain ke pantai dan sesi2 narsis pun dimulai.. (sampai disini saya sudah cukup muak utk menulisnya, silahkan dibayangkan sendiri...)
Malam pun tiba,,, dan tidak ada yang penting untuk diceritakan..
Malam semakin larut,
Hanya ada beberapa orang stres nyanyi2 sendiri, sedangkan yang lain bermain seperti anak2 ingusan....
Keesokan hari,
Setelah gagal melihat sunset di pantai barat sore tadi, paginya saya mencoba ke pantai timur untuk melihat sunrise tapi ternyata gagal juga.. benar2 sial..
Pagi menjelang siang, berangkatlah kloter pertama untuk senorkeling di pantai pasir putih.. Berikutnya, kloter kedua yang minim dana menyusul dengan naik perahu, atas tipuan cerdik dari tukang perahu yang membuat ongkos bertambah.. Untuk kloter berikutnya saya tidak tahu menahu (klo pengen diceritakan buat blog sendiri aja sono!!
I'll be missing you, all the memories
semoga dapat bermanfaat dan diterima amal ibadah saya... (apa hubungannya.??)
mohon maap bila ada pihak2 yg dirugikan
Senin, 12 Juli 2010
2010 FIFA World Cup awards
Golden Ball : Diego Forlan
Silver Ball :Wesley Sneijder
Bronze Ball : David Villa
Golden Shoe : Thomas Müller
Silver Shoe : David Villa
Bronze Shoe : Wesley Sneijder
Müller, Villa, Sneidjer and Diego Forlán tied with 5 goals. Müller won by virtue of having more assists (3) than the rest (each had 1). Villa won Silver due to playing fewer minutes than Sneidjer, and Sneijder won Bronze for having played fewer minutes than Forlán.
Golden Glove Award : Iker Casillas
Best Young Player Award : Thomas Müller
FIFA Fair Play Trophy : Spanyol
Most Entertaining Team : Jerman
.bmp)


